Tidak Ada yang Lebih Seru untuk Diajak Nyasar Selain Ayuk!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebutkan lima hal yang mewakili Ayuk!

  1. Tukang telat.
  2. Mandinya lama.
  3. Menyebalkan.
  4. Suka pamer-pamer hal tidak wajar.
  5. Tapi dia sahabatku, dan aku menyayanginya.

Tulisan ini aku dedikasikan untuk Ayu Dwi Lestari. Salah satu orang terbaik yang pernah mampir dan memilih tinggal dalam cerita hidupku.

Untuk Ayuk, sahabat terbaik yang pernah aku miliki.

You are turning 23 years old today. I sent you my best wishes for your better life. Ini adalah flashback perjalanan persahabatan kita selama lima tahun (and still counting).

WP_20140331_003

Mungkin kamu lupa tentang bagaimana kita berteman pertama kali. Hari itu tanggal 5 September 2011. Kita sama-sama berlari memburu waktu karena kita telat di hari pertama kuliah. Aku ingat bagaimana kamu tersenyum dan melambaikan tangan padaku yang sedang kebingungan mencari tempat duduk. Sebenarnya sebelumnya pun kita sudah bertemu, tapi aku tidak tahu namamu, atau mungkin tidak mengingatnya. Jadi, kupikir tanggal itulah kita pertama kali benar-benar berkenalan.

Kita hanya teman biasa, Yuk. Mungkin tidak ada dari kita yang menyangka bahwa hingga lima tahun ini, kita akhirnya terus-terusan nempel seperti pasangan LGBT. Tapi aku masih suka sama lawan jenis, lho, Yuk. Sorry, ya. Hehehe.

Untuk Ayuk yang selalu mau kujadikan tempat berbagi,

Sebagian besar cerita-cerita sedihku selalu mengalir ke kamu dan seingatku, kamu selalu jadi orang pertama yang merentangkan tangan untuk memelukku. Mungkin itu sederhana untukmu, tapi percayalah bahwa hal itu sangat berarti untukku.

Kamu ingat tidak, Yuk, bagaimana aku marah padamu saat kamu mematikan lampu kamar mandi ketika aku berada di dalamnya? Aku sepertinya memberikan kamu banyak kata-kata kasar sampai aku pun tidak mampu memaafkan diriku sendiri. Tapi, Yuk, ketika akhirnya aku pulang, aku terharu melihatmu yang masih mau duduk dan menyebut dirimu sahabatku. Yuk, aku minta maaf, ya, untuk hari itu. Aku tidak membencimu, Yuk, hanya saja aku sedikit klaustrophobia, makanya aku agak panik saat kamu jahilin.

IMG_20130615_113645

Ayuk teman nyasar terbaikku,

Banyak sekali ceritaku tentang kamu. Aku tidak tahu harus bercerita apa tentangmu. Mulai dari hal-hal yang kita sukai? Tapi, kita tidak mempunyai persamaan selera. Mulai dari model baju, musik, makanan, hingga shampoo. Aku bingung kenapa kita masih bisa bertahan satu sama lain, ya? Ah, aku tahu persamaan kita. Kita sama-sama suka berpetualang.

Kamu ingat tidak kita banyak melakukan perjalanan? Banyak pula kita nyasarnya. Seribu kali ke Solo, seribu satu kali kita nyasar. Kita adalah orang yang bisa merencanakan ke Jogja jam tujuh pagi dan satu jam kemudian kita sudah berada di atas motor melaju di jalanan Ungaran.

Kamu ingat tidak, Yuk, pengalaman nyasar terbaik yang pernah aku miliki? Itu terjadi saat kita praktik KMB di Solo. Kamu pernah mengantarku mencari tukang service kipas angin. Memang, sih, kita sama-sama tidak tahu Solo, tapi sebodoh-bodohnya orang ya kok bisa kita nyasar sampai ke Sragen itu lho?

Entah salah siapa, aku juga tidak tahu. Tapi tidak ada satu pun dari kita yang mengingatkan kalau kita salah jalan sampai ada tulisan “Selamat Datang Sragen”. Dari Solo ke Sragen. Pakai sandal jepit. Berbusana seragam praktik. Muka lecek. Belum makan. Bawa-bawa kipas angin. Aku tidak tahu dimana lagi aku bisa mendapatkan teman seasyik kamu untuk bisa diajak nyasar bareng-bareng.

Untuk Ayuk si pemakai Natassha,

Kamu tahu, Yuk, kamu adalah orang terbaik yang bisa mengendalikan hasrat belanjaku. Prinsip irit (atau pelit)mu itu selalu sukses menyelamatkan keuanganku. Kamu adalah orang yang paling fleksibel buat diajakin jalan. Kemana aja oke. Tapi, sayang sekali, ya, Yuk, aku tidak bisa diajak perawatan di Natassha lagi. Mahal, sih, Ciyn. Hehehe. Bukan ding. Aku juga tidak cocok pakai produk itu.

DSC_0195

Ayuk duta merah gonjreng kontrakan,

Barang-barang terlarang tolong dikendalikanlah tempat penyimpanannya. Kurang-kurangin juga pikunannya, Yuk. Sudah umur mau nikah. Aku khawatir kamu nanti malah lupa sama anakmu. Hehehe. Tapi apapun itu, Yuk, semoga di usia 23 tahun ini kamu selalu berbahagia, ya. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik.

Terimakasih, ya, Yuk, kamu masih mau mendengarkan ceritaku hingga saat ini, bahkan di jam dua malam sekalipun. Terimakasih sudah mau memahami emosiku yang meledak-ledak. Terimakasih karena memaklumi selera makanku yang susah. Terakhir kita bertemu itu April 2016, ‘kan? Dan kita curhat-curhatan di kamar Fichand dari jam dua sampai jam enam pagi. Nangis-nangis alay. Luar biasa sekali kita, Yuk.

Tetap bersahabat sampai nenek-nenek ya, Yuk. I love you to the nowhere destination and back.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s