Double Standard Everywhere

Post ini ditulis sembari mendengarkan lagu Jaz yang Dari Mata dan Galway Girl-nya Ed Sheeran malov <3.

Aku mau nulis apa, ya? Wakakakak. Ya tentang double standard lah. Akhir-akhir ini suka heran nggak sih sama orang-orang yang sakleeeekk banget sama sesuatu, but when it hit on them, mereka bakal kayak punya aturan lagi sendiri. Khusus mereka.

Contohnya gini, yang lagi gampangnya dan lagi banyak dinyinyirin orang saat ini. Pacaran. Punya nggak sih teman yang bener-bener anti pacaran? Jadi dia bakalan sibuk menasehati kita, jangan pacaran, jangan dekat-dekat sama cowok, pacaran itu bisa menimbulkan fitnah. Mendekatkan diri pada zina. Apa dia salah? Nggak. Nasehat itu bagus, tentu saja. Untuk menjaga diri kita sebagai perempuan.

Lalu dimana letak anehnya?

Letak anehnya adalah ketika si “jangan pacaran” ini justru malah lebih “aktif” lagi ke cowok. Oke, bener, cowok yang dideketin mungkin lebih alim dari teman-temannya kebanyakan. Tapi, ‘kan, ya sama aja, wakakakak.

Sama kayak dulu ada yang pernah bilang sama aku gini, “Kamu jangan sampe aneh-aneh, ya, sama cowokmu.”

“Kenapa?”

“Soalnya dia beda agama,”

Aku ketawa dalam hati. Emangnya beda, ya, kalau misalkan aku ane-ane yang ena tanpa menghasilkan ana sama cowok beda agama sama yang seagama? Kalo sama yang seagama dapet dispensasi gitu? Dosanya bakal lebih kecil, gitu? Sama aja, Tsay. Tsedih saya dengan double standard terlucu sepanjang masa ini. :”

Nggak masalah, sih, sebenarnya, kita mau punya berapa standar dalam hidup ini. Kita mau menasehati orang dengan standar kita sampai jungkir balik sementara kita sendiri ga melakukan standar kita juga ga masalah. Tapi, apa orang lain bisa melihat itu sebagai suatu kewajaran juga? Nggak, ‘kan? Masih banyak loh orang yang berpikir, “Perbaiki dulu diri kamu sebelum nasehatin orang.”

Jadi cuma orang sempurna aja yang boleh nasehatin?

Ya, nggak. Maksudku, masih banyak orang yang berpikir seperti itu. Nggak semua orang, dan hampir semua orang, nggak suka kalo dinasehatin kayak gitu. Jadi, take your mouth wisely aja sih kalo kataku. Orang-orang jaman sekarang, ‘kan, susah dibilangin. Termasuk aku. XD

Bangga pula.

Intinya kalo punya standard jangan terlalu saklek. Jangan terlalu fanatik, karena sesuatu yang berlebihan itu emang nggak pernah bagus. Betul, Jama’ah? Betul. Wassalamualaikum.

Dah ah tambah ga jelas, hahaha. Sekian, jangan double standard lagi. Lelah eke melihatnya. Bagai melihat orang-orang bermuka dua dimana-mana. Tsapek ah.

Advertisements

8 thoughts on “Double Standard Everywhere

  1. Galway Girl emang mantep.. Tapi tetep nggak ada yang ngalahin Nancy Mulligan ❤
    Maksudnya seperti model orang munafik gitu? Terkadang memang lebih baik diam atau berpikir dalam-dalam sebelum kita mengungkapkan sesuatu. Apa otang yang double standard ini bisa dinasehati juga ya haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s